Takkan berkumpul dua perkara dalam satu hati…

Terkadang, kita mahu menjadi baik, tapi seringkali kita kalah dengan desakan hati kita sendiri..

Berkata seorang ulama;

Bagaimana akan dapat terangnya hati seseorang itu yang gambar dunia ini terlukis pada cermin hatinya? Atau bagaimanakah akan dapat menuju Allah padahal dia masih terikat dengan nafsu syahwatnya?Atau bagaimana akan dapat memasuki hadrat Allah taala padahal dia belum suci dari kelalaiannya( janabah)? Atau bagaimana dia berharap akan dapat mengerti rahsia-rahsia yang halus padahal dia belum bertaubat dari kekeliruannya?

Rasanya kalau dapat baca text Arab tentu akan lebih faham apa yang penulis ini maksudkan..

Katanya juga: Takkan mungkin berkumpul dua perkara yang berlawanan dalam satu tempat dan masa, mustahil akan terkumpulnya jahat dan baik, begitu juga mustahil akan terkumpul diam dan gerak, cahaya dan kegelapan. Demikian pula nur (cahaya) iman berlawanan dengan kegelapan akibat masih bersandar kepada sesuatu selain dari Allah. Demikian pula berjalan menuju Allah haruslah bebas dari belenggu hawa nafsu.

FirmanNya:

‘Bertaqwalah kepada Allah dan Allah akan mengajarkanmu ‘

Rasulullah sendiri bersabda:

‘Siapa yang mengamalkan apa yang telah diketahui maka Allah akan mewariskannya apa yang tidak diketahuinya’

Sahl bin Abdullah Atustary r.a berkata: kebaikan itu terhimpun dalam 4 pekara, dan dengan itu akan tercapai peringkat kewalian:

a) Lapar

b) Diam

c) Menyendiri

d) Bangun malam…

Innallaha ghafurun rahim.. Sesungguhnya Allah penerima taubat dan penyanyang.. Mungkin orang yang mendengar adalah lebih baik dari yang memberi…

Comments

comments

No comments.

Leave a Reply