Ingat-ingatlah nikmat kasih sayang ini.

Saudaraku,

Melangkahlah terus di sini. Kita lanjutkan langkah-langkah dahulu dan kemarin itu. Dengan terus menapaki jalan ini, tanpa berhenti. Renungkan, perjalanan kita ini, sekarang, di sini. Ternyata Allah telah menuntun langkah dan hati kita sampai ke jalan ini. Bersentuhan dengan saudara-saudara di jalan dakwah. Bertemu dengan orang2 yang setidak-tidaknya memiliki keinginan untuk lebih baik dan menata kehidupannya lebih kuat kepada Allah swt. Kita penting mengingat bahwa mereka, saudara2 kita itu, adalah orang yg mengingikan kebaikan, ingin lebih baik, ingin lebi shalih, ingin menjadi orang yang lebih dekat dengan Allah, ingin berjuang untuk umatnya, menginginkan kebaikan untuk masyarakatnya dan umat manusia di dunia ini. Mereka, bukanlah orang-orang yang telah menjadi baik, juga bukan orang yang sudah pasti baik. Sebagaimana kita yang juga bukan orang yang sudah baik apalagi pasti baik.

 

Alhamdulillah kita berjumpa dengan orang2 yang puya kejauhan orientasi hidup, pandangan dan cita-citanya meleset menembus dunia hingga akhirat, pembicaraannya tidak terbatas pada dinding peribadi atau keluarga, tapi meleset dan merangkul semua saudara Muslim di dunia ini, bahkan semua umat manusia di bumi ini. Kita dipertemukan oleh Allah di jalan bersama-sama yang menata langkahnya untuk memberikan kebaikan kepada banyak orang di muka bumi ini. Kita, dihantarkan oleh Allah untuk berada di antara orang2 mau berkorban untuk kebahagiaan saudaranya. Kita, ditunjukkan oleh Allah untuk bergabung bersama kafilah dakwah, yang terdiri dari orang2 yang ingin ketaatanya bertambah kepada Allah. Hidup kita telah disibukkan sebagiannya, dengan ragam kegiatan taat, berdakwah, mengajak orang lain, memberi dan memberi, berkorban, merancang kehidupan umat Islam yang lebih baik.

 

Saudaraku

Hitung-hitunglah terus nikmat2 Allah itu. Kita, benar2 telah disibukkan oleh banyak kegiatan yang shalih, yang baik, yang bermanfaat, yang taat, yang bernilai di sisi Allah swt dan di sisi manusia.

 

Sekarang, berfikirlah tentang kebalikannya,Jika Allah tidak menuntun langkah dan hati kita untuk ada di sini.Jika kita tidak bersentuhan dengan saudara2 di jalan dakwah.

Jika kita hingga saat ini belum bertemu dengan orang2 seperti mereka.

Jika hati dan pikiran kita belum dimasuki berita-berita keimanan, keyakinan kepada Allah swt, kepada Rasulullah saw, kepada Islam sebagai pedoman langkah hidup kita.

Jika kita sampai sekarang belum diarahkan Alalh untuk berjumpa orang yang kehidupannya lebih dekat kepada Allah swt.Jika kita sampai saat ini tidak bertemu dengan kumpulan orang2 yang mengajak kearah menata kehidupan di dunia dan di akhirat, tapi hanya bertemu orang2 yang berorientasi semata pada dunia.Jika kita tidak diberikan Allah bertemu dengan orang2 yang mau berkorban dan memberi untuk orang lain, tapi hanya mau lebih banyak memikirkan diri sendiri dan keluarganya semata.

Jika Allah belum menempatkan kita berada di kafilah dakwah.

Jika hidup kita selama ini hanya disibukkan dengan ragam kegiatan yang tidak bernuansa ketaatan, tidak aktif dalam dakwah, tidak banyak waktu yang diisi untuk membicarakan dan menata kehidupan masyarakat Islam.

Jika kita tidak dipertemukan dengan kelompok orang – orang yang seriu menata dan mengkehendaki izzahnya bangunan Islam di muka bumi ini.

 

Saudaraku,

Apa yang terjadi pada diri kita dalam kondisi kenikmatan2 itu tidak ada? Sedang apa kita sekarang? Inilah kita, di antara limpahan kasih sayang Allah yang tidak pernah ada habisnya. Ingat-ingatlah nikmat itu. Sebab Allah befirman, “Jika kalian bsyukur sungguh akan Kita tambah(nikmat) atas kalian. Dan jika kalian kufur, sesungguhnya AzabKu sanga pedih”

 

Dipetik dari buku Allah Kokohkan Kami di atas JalanMu tulisan Muhammad Lili Nur Aulia

Comments

comments

No comments.

Leave a Reply