Bismillah,
Lirik nasyid “Hikmah” oleh Tashiru
Saat kau kehilangan sesuatu yang kau sayang
Bilakah tak tahu mungkin itu yang terbaik
Ada rahasia terindah yang diinginkanNyaKu hanya ingin agar engkau bisa pahami
Memaknai yang terjadi dengan tulus hati
Meski kuakui tak mudah untuk terima
Segala yang tlah menjadi ketetapanNyaBridge:
Leraikanlah gundah Tabahkanlah hati
Dan yakinilah semua itu rencana dariNya
Reff:
Sudahlah lupakan segala yang membuatmu merana
Hanya kan membuat dirimu dihantui gelisah
Biarkanlah semua kan berlalu dengan apa adanya
Karena dibalik yang terjadi pasti ada hikmahnya untuk kita
Diwajibkan ke atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci.
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
[Al-Baqarah (2): 216]
Semua orang pernah hadapi dilema atau pertarungan emosi dalam memilih di antara dua pilihan atau berhadapan dengan dua keadaan.
Saat itu, hati berbelah bahagi. Yang sini kata itu, yang sana kata ini. Kadang kadang pula, hati kita cenderung ke salah satu pilihan atau keadaan.
Tapi sebenar benarnya, kita tetap tidak akan betul betul tahu apa yang hati kita suka, sebab apa? Sebab kita tak akan boleh tahu kesan pilihan atau keadaan itu kepada kita. Sebab kita tak boleh nak tahu masa depan.
Dan sebab yang betul betul tahu apa yang hati kita rasakan dan yang benar benar tahu apa yang akan terjadi dengan lukisan atau keadaan itu, hanya Allah.
Dalam ayat Hikmah itu, Allah sendiri dah nyatakan yang Dia tahu perasaan hati kita. Ironi? Sudah tentu tidak. Kerana Allah lah pemilik hati ini, maka sudah selayaknya Dia yang mengerti setiap tunas rasa hati terdalam kita.
Sedangkan selalunya kita sendiri tak betul betul pasti apa yang kita sebenarnya suka. Kan?
Buktinya, Allah kata Allah tahu yang hati kita benci perang. Boleh jadi je, hati kita ni suka perang atau tak suka perang sampai akhirnya kita sendiri tak pasti apa sebenarnya kata hati. Tapi dah Allah kata yang kita ni benci perang, mestilah sebab Allah yang paling tahu diri dan hati kita.
Tapi lepas tu, Allah nak sedapkan nak tenangkan hati kita yang selalu berbelah bahagi antara suka dan benci, Dia cakap boleh jadi je apa apa yang kita benci tu something yang baik untuk kita. Dan boleh jadi je apa yang kita suka tu something yang buruk untuk kita.
Cuba reflek balik setiap pilihan atau keadaan dalam hidup kita.
Aku pasti, banyak daripadanya adalah sesuatu yang jika tak pun kita benci tapi pasti sesuatu yang kita tak suka atau malas atau rasa berat nak buat, tapi dalam hati terdalam kita tahu yang benda tu baik untuk kita.
Apatah lagi Allah kan?
Haruslah Dia tahu apa yang terbaik untuk kita.
So dalam ayat terakhir tu, Allah nak confirmkan pada kita yang fikiran dan perasan kita ni akhirnya mestilah redha yang Allah lah yang tahu segalanya, setiap pilihan dan keadaan yang Dia campakkan pada kita, setiap baik atau buruk nya semua itu.
Dan ironinya Allah tegaskan jugak yang kita ni tak tahu pun apa apa.
So, sebenarnya ayat ni nak adjust perasan kita. Yang sepatutnya kita patut suka apa apa je situasi yang Allah dah campakkan pada kita (suka as in redha dan tak complain, atau merungut).
Dan juga, supaya kita suka je mana mana pilihan yang memihak kepada Allah meski pun hati kita rasa berat untuknya.
Ingat, kita tak tahu pun hati kita sebagaimana yang Dia tahu.
Penulis asal: Team VL
Blog Penulis: Via Luminescence














